Sabangkota.com | Dari segi geografis Indonesia, wilayah Kota Sabang
berada pada 95°13’02″-95°22’36″ BT, dan 05°46’28″-05°54′-28″ LU,
merupakan wilayah administratif paling utara, dan berbatasan langsung
dengan negara tetangga yaitu Malaysia, Thailand, dan India. Wilayah Kota
Sabang dikelilingi oleh Selat Malaka di Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera Hindia di Barat.
Luas wilayah Kawasan Sabang adalah 39.375 Ha (Singapura : 67.400
Ha/P.Batam : 41.500 Ha) dengan batasan wilayah sebelah utara dengan
Teluk Benggala, sebelah selatan dengan Samudera Indonesia, sebelah timur
dengan Selat Malaka, dan sebelah barat dengan Samudera Hindia. Lihat
Gambar 1.1. Letak Kawasan Sabang yang strategis karena berada pada jalur
lalu lintas pelayaran (International Shipping Line) dan penerbangan
internasional menjadikan posisinya begitu sentral sebagai pintu gerbang
arus masuk investasi, barang dan jasa dari dalam dan luar negeri.
Didukung juga dengan pembangunan Terusan Kra (Canal Kra) di Thailand,
dapat memposisikan Sabang sebagai Buffer Zone bagi kapal-kapal
container atau kapal-kapal kargo lainnya yang melalui Selat Malaka dan
Samudera Hindia.
Letak geografis Kawasan Sabang yang unik dan khusus ini membuat posisinya begitu penting karena dapat menjadi pintu gerbang arus masuk investasi, barang dan jasa dari luar negeri. Selain kawasan tersebut dapat juga difungsikan sebagai sentral pengembangan industri padat-teknologi yang dapat memberikan manfaat di masa depan dan untuk mengembangkan industri, serta dapat pula berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan penyaluran hasil produksi dari dan ke seluruh wilayah Indonesia serta negara-negara lain.
Peranan Sabang dalam peta perdagangan regional terkait dengan
posisinya yaitu menjadi hub dari negaranegara SAARC (seperti India,
Pakistan, Bangladesh, Afghanistan dan lainnya), negara-negara ASEAN
(lihat Gambar 1.2), (Thailand, Malaysia, Filipina, Singapura, Brunai
Darussalam, Papua Nugini, Vietnam dan Myanmar), negara ASIA TIMUR
(seperti Jepang, Korea, RRC-Hongkong dan Taiwan), serta Australia,
Selandia baru dan Polynesia.
Secara regional geografis posisi Sabang sangat strategis di jalur pelayaran dari Asia Selatan menuju Asia Timur dan Australia.
Secara regional geografis posisi Sabang sangat strategis di jalur pelayaran dari Asia Selatan menuju Asia Timur dan Australia.
Sedangkan untuk perdagangan internasional Sabang merupakan
persimpangan jalur distribusi barang dari benua Eropa dan Afrika menuju
Benua Amerika dan Australia demikian juga sebaliknya. Letak geografis
Sabang kalau ditinjau dari kepentingan Nasional, Sabang merupakan titik
paling barat dari negara ini yang berbatasan dengan negara-negara Asia
Selatan sehingga posisi Sabang dapat berfungsi sebagai pintu masuk bagi
aktifitas perdagangan internasional di Indonesia bagian Barat.
Sabang memiliki banyak daerah tujuan wisata terutama wisata alam.
Dalam Master Plan Kawasan Sabang 2007 – 2021 telah ditetapkan daerah
wisata yang akan dijadikan prioritas dalam pengembangan Kawasan
Pariwisata Sabang dalam jangka waktu 5 tahun yang akan datang adalah
daerah wisata bahari di Iboih dan Gapang. Selanjutnya dikembangkan
Kawasan Internasional Resort di Gua Sarang Kampung Paya, Revitalisasi
Kota Lama Sabang dan pembangunan wisata bahari di Pantai Nipah (P.
Nasi).
Kawasan wisata Iboih dan Gapang merupakan daerah tujuan wisata bahari
yang menyajikan pemandangan alam bawah laut yang sangat indah.
Pemandangan ini dapat dinikmati dengan menyelam ataupun dengan menaiki
perahu dengan dasar kaca yang telah tersedia disana. Eksplorasi
keindahan alam bawah laut di Iboih dan Gapang dapat dilanjutkan hingga
ke P. Rubiah. Selain pemandangan alam bawah laut, potensi wisata yang
dapat dikelola dari Iboih dan Gapang adalah wisata memancing (game
fishing). Potensi pariwisata ini merupakan peluang untuk menarik
kunjungan wisatawan dunia dengan semua fasilitas berskala internasional.
( Sumber : dari berbagai sumber )
0 comments:
Post a Comment